UEFA SEGERA BERIKAN HUKUMAN SUPORTER KROASIA

Berita sepakbola terupdate UEFA akan menindak lanjuti pemeriksaan kepada Kroasia menyusul tindak suporter mereka yang menimbulkan gangguan di pertandingan Kroasia lawan Republik Ceko dini hari tadi. Pertandingan terpaksa harus dihentikan beberapa saat ketika skor kedua tim 2-2 di Stade Geoffroy Guichard di Saint Etienne setelah ada pelemparan kembang api ke dalam lapangan oleh sekelompok suporter Kroasia.

Wasit Mark Clattenburg memilih untuk menghentikan pertandingan yang menyisakan waktu 4 menit lagi setelah beberapa kali kembang api dilempar masuk ke dalam lapangan. Soerang petugas lapangan yang sedang membersihkan lapangan terkena salah satu lemparan kembang api tersebut, pada saat skor masih 2-1, meskipun setelah pemeriksaan lebih lanjut dia tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Berita sepakbola terupdate para pemain Kroasia ikut meminta kepada para suporter mereka agar berhenti melemparkan petasan dan kembang api. Bentrokan juga nampak terjadi dan membuat area tersebut terpaksa dikosongkan.

Suporter Kroasia Lempar Kembang Api

UEFA mengeluarkan pernyataan “Proses tindakan disiplin akan dimulai besok setelah UEFA menerima laporan resmi dari delegasi pertandingan dan wasit. UEFA mengecam keras tindakan seperti itu.”

Pertandingan sendiri akhirnya berakhir seri setelah Republik Ceko mencetak gol penyeimbang di menit 93 lewat tendangan penalti setelah seorang pemain Kroasia tertangkap handsball di dalam kotak penalti. Kroasia sebelumnya juga sudah mendapatkan masalah karena kelakuan para suporternya selama gelaran Euro 2016 ini. Kroasia dikenai sanksi karena ada suporter yang masuk ke lapangan dan karena melemparkan kembang api saat mereka menang 1-0 lawan Turki di pertandingan sebelumnya.

Rusia terancam didiskualifikasi dari turnamen dan didenda 118 ribu poundsterling karena tingkah suporter mereka yang mengganggu ketertiban, menggunakan kembang api, dan kelakuan yang berbau SARA dalam pertandingan melawan Inggris yang berakhir imbang 1-1.

Mantan pelatih Kroasia SLaven Bilic, yang sekarang melatih West Ham, mengkritik perbuatan para suporter tersebut. “Ini tidak bisa dipercaya, apa yang orang-orang itu lakukan. Sebagian besar suporter sudah memberitahu mereka jangan berbuat seperti itu. Beberapa dari mereka sudah merencanakan hal itu, ini sepertinya tidak akan menjadi yang terakhir.”

“Di negara kami walaupun liganya tidak terlalu hebat, namun sangat kompetitif. Ketika dua tim besar seperti Dinamo Zagreb dan Hajduk Split bertemu, maka suporter tidak akan membawa anak mereka datang ke stadion karena tahu itu berbahaya.”

2016-10-20T16:45:42+00:00