• Walter Mazzari

Mazzari : Watford Siap Kalahkan Manchester United

Pelatih Watford Walter Mazzari membandingkan gol dari pemainnya Troy Deeney dengan skill dari seorang Diego Maradona. Kapten Watford ini mencetak gol dengan tendangan keras, melengkungkan bola ke sudut kanan gawang di sudut sempit untuk mencetak gol kedua Watford atas West Ham United akhir pekan lalu.

Mazzari menyadari peran penting yang dimiliki oleh seorang Troy Deeney mirip dengan apa yang dilakukan oleh Maradona saat dirinya masih menukangi Napoli.

Menjelang laga melawan Manchester United nanti malam, Mazzari mengatakan “Apa yang telah dilakukan oleh Deeney lawan West Ham adalah sebuah gol yang hebat.”

“Hanya ada sedikit pemain yang bisa melakukannya dan salah satunya adalah Maradona. Itu sangat mengagumkan, tetapi apa yang saya minta dari Deeney dan para pemain lain adalah konsistensi untuk terus bermain apik dan meraih hasil positif.”

“Kemenangan atas Manchester United bisa membuat kami lebih dekat 3 poin dari apa yang menjadi tujuan kami. Akan tetapi pelatih berpengalaman seperti saya tahu bahwa Liga Premier Inggris masih panjang jadi kami harus membawa penampilan apik setiap minggu.”

“Jika kami benar-benar menang, setelah 2 hari kami akan tetap senang namun saya akan langsung meminta para pemain saya kembali fokus untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.”

Mazzari sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa dirinya berniat untuk mengundang Mourinho setelah pertandingan untuk minum bersama dan melepaskan tensi ketegangan antara keduanya.

Mourinho diketahui pernah sekali mengambarkan Mazzari seperti seekor keledai, sementara Mazzari juga pernah mengatakan bahwa Mourinho adalah orang bermulut besar. Sejak kedatangannya ke Inggris, Mazzari mengaku telah mulai menghargai pelatih-pelatih lain dan itu merupakan hal yang bisa dicontoh oleh para pelatih di Italia.

“Di Italia terkadang ada saat-saat didalam karir seorang pelatih khususnya yang masih baru dan masih muda mengatakan satu dua perkataan yang kurang pantas.”

“Saya menyukai mentalitas di Inggris, para pelatih di Italia seharusnya bisa bersikap lebih baik. Menang atau kalah kita tetap harus saling berjabat tangan, bahkan jika saya sekarang saya melatih di Italia saya akan melakukan hal seperti di sini.”

2016-09-18T15:36:26+00:00