• Claudio Ranieri

Leicester City Pecat Pelatih Claudio Ranieri

Claudio Ranieri telah dipecat dari posisi pelatih Leicester City, 9 bulan setelah mengantarkan klub ini menjadi juara Liga Premier Inggris musim lalu. The Foxes musim ini tampil sangat buruk dan terpaut hanya 1 poin dari posisi yang menghuni zona degradasi.

Menurut sumber terpercaya pemilik Leicester City asal Thailand telah menentukan keputusannya dengan berat hati, tetapi ancaman yang besar akan degradasi membuatnya tidak memiliki pilihan lain. Jajaran manajemen berharap dengan keputusan pemecatan Ranieri ini akan membuat penampilan tim kembali membaik dan mampu mengembalikan kepercayaan diri para pemain.

Para petinggi klub dalam pertemuan terakhir saling berbeda pendapat terhadap keputusan ini, namun dukungan yang kurang akhirnya membuat mereka harus memutuskan untuk memecat pelatih berkebangsaan Italia tersebut. Hal ini sebagian besar didukung data statistik yang menunjukkan bahwa penampilan Leicester City dalam beberapa waktu terakhir ini belum juga menunjukkan perubahan ke arah positif.

Mengenai posisi pelatih yang kosong saat ini pihak klub mengakui belum ada yang akan menempati dan mereka akan mulai mencari sosok pelatih baru secepatnya. Aiyawatt Srivaddhanaprabha selaku pemilik klub dalam pernyataannya mengatakan, “Ini adalah keputusan yang sangat sulit yang harus kami buat sejak datang hampir 7 tahun lalu di King Power Stadium.”

“Tetapi yang selalu menjadi perhatian utama adalah kepentingan klub harus didahulukan daripada urusan pribadi, tidak peduli seberapa besar perasaan tersebut.”

“Claudio telah membawa sebuah kualitas yang luar biasa di klub ini, kemampuan manajerial yang baik, kekuatan motivasi yang dia lakukan dan kemampuannya mengukur sesuatu menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa untuk klub ini.”

“Kehangatan yang dia bawa ke klub ini, karisma dan kewibawaannya membantu proses transformasi klub dan mengembangkan klub ini sehingga lebih dikenal di dunia. Kami akan selalu bangga atas semua jasanya kepada klub ini, dan kami tidak akan pernah melupakan hal itu.”

“Kami berusaha bersikap realistis dengan tidak tidak terlalu berharap bisa mengulang kesuksesan luar biasa yang kami raih musim lalu dan menargetkan bertahan di Liga Premier Inggris musim ini. Akan tetapi kami menghadapi ancaman degradasi saat ini, dan harus mengambil keputusan untuk melakukan perubahan agar bisa memaksimalkan 13 pertandingan tersisa.”

2017-02-24T12:37:21+00:00