• diego milito

DIEGO MILITO : LEGENDA ITU AKHIRNYA UNDUR DIRI

Legenda di Racing Club, pahlawan di Inter Milan dan seorang penyerang yang membuat takut setiap pemain bertahan lawan. El Principe akhirnya meninggalkan sepakbola setelah karir panjang dimana dia layak mendapatkan pujian lebih banyak. Berita sepakbola terupdate 2 gelar juara Divisi Primera Argentina, raihan Treble Winner, satu kali juara Eropa dan Dunia di level klub dan seorang veteran Piala Dunia. Tidak kurang dari 254 gol sudah dia ciptakan di lebih dari 600 penampilannya, namun seakan selalu kurang mendapat penghargaan dan pengakuan.

Diego Milito merupakan salah satu penyerang terhebat yang ada di generasi saat ini, akhirnya memilih untuk gantung sepatu setelah pertandingan terakhirnya melawan Temperley pagi tadi. Setelah karis yang gemilang dan sukacita yang dia bawa sepanjang karirnya, sayangnya seakan diabaikan oleh media massa dan mereka yang seharusnya lebih menghormati bintang ini.

Musim ke-17 dan musim terakhir El Principe berakhir di tempat yang sama dengan tempat dia memulai karirnya, di depan suporter Racing Club yang meriah, kacau, dan tidak terkendali. Berita sepakbola terupdate The Cilindro akan memberikan penghormatan kepada legenda mereka setelah kembali dari petualangannya di benua biru pada 2014 lalu. Milito membantu tim yang dia idolakan menjadi juara Divisi Primera setelah di final mengalahkan Godoy Cruz dengan skor 1-0.

Salah satu klub terbesar dalam sejarah sepakbola Argentina dan jumlah suporter, Racing Club baru memenangkan 2 kali gelar juara dalam 50 tahun terakhir. Berita sepakbola terupdate Milito menjadi sosok yang ikut mengantarkan Racing dua kali menjadi juara, pada tahun 2001 dan 2 tahun lalu. Seorang Milito yang berangkat dari seorang fans sejati Racing menjadi seorang pahlawan bagi klubnya. Suporter Inter Milan juga mengerti bagaimana rasanya penantian selama 45 tahun akan gelar juara Eropa terpenuhi di musim 2009/2010 lalu.

diego milito treble

Walaupun raihan Treble Winner saat itu banyak ditentukan oleh gol yang diciptakannya, Milito bahkan tidak masuk dalam kandidat peraih Ballon D’Or. Kenapa hal ini bisa terjadi pada seorang pemain yang bisa dibilang sebagai salah satu penyerang terbaik di generasinya? Mungkin ini berhubungan dengan lambatnya dia berkembang. Milito tipikal penyerang yang telat berkembang tidak seperti pemain lain yang terkenal ketika masih muda, Milito bahkan hanya mencetak 1 gol dari 27 pertandingan pertama di musim pertamanya berseragam Racing, dimana saat ituklub sedang mengalami masalah kebangkrutan.

Milito mengawali karir profesional di Racing Club klub asli tempatnya tumbuh besar dan klub yang dia idolakan sejak kecil. Berita sepakbola terupdate Milito muda akhirnya merantau ke Genoa pada umur 24 tahun, dimana permainan dan gol impresif yang dia buat kalah dengan skandal judi yang menjerat klub dan membuat Genoa turun ke kasta Serie C. pada 2006 Real Zaragoza beruntung mendapatkan pelayanan Milito, 3 musim berada di Zaragoza, 53 gol lebih dia cetak, termasuk 4 gol spektakulernya saat menyingkirkan Real Madrid di Copa Del Rey.

diego milito 3

Walaupun kalah gemerlap dengan prestasi Cristiano Ronaldo ataupun Lionel Messi, hanya cidera yang mampu membuat karir Milito meredup. Pun demikian Milito masih bisa selalu mencetak 20 gol lebih setiap musim ketika bermain di Liga Spanyol maupun Liga Italia, yang membuatnya semakin diakui sebagai penyerang yang memiliki kemampuan hebat.

Milito mungkin bukan pemain tercepat di bumi ini, bukan pula pemain dengan teknik terhebat yang ada, namun dia seperti dianugerahi kemampuan yang jarang ditemukan di diri pemain jaman ini. Mental yang kuat dan kemampuan untuk berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat ditambah kemampuan penyelesaian akhir yang mumpuni. Mungkin Luis Suarez dan Robert Lewandowski yang saat ini mendekati kemampuan Milito saat berada dalam masa keemasannya dulu dalam mengkonversi gol dari dalam kotak penalti.

diego milito

“Milito pemain fundamental kami,” ungkap Javier Zanetti setelah Inter Milan meraih Treble. “Dia meraih banyak hal seperti dia sudah berada sangat lama disini, padahal ini baru musim pertamanya bermain di sini,” tambah Esteban Cambiaso. Bahkan Zlatan Ibrahimovic yang posisinya di Inter digantikan oleh Milito mengungkapkan kekagumannya, “dia sangat tangguh di depan gawang.”

Akhirnya semua ini berakhir saat dia berusia 36 tahun, dengan satu pertandingan yang masih membuktikan bahwa dia salah satu pemain terbaik di Divisi Primera. Sama seperti Juan Roman Riquelme di Boca Juniors, suporter dan fans berharap dirinya tetap bertahan, namun Milito memilih pergi saat dia masih berada di atas, sebelum waktu dan fisiknya berkurang yang bisa mengikis persona yang dia miliki di lapangan. Jalan-jalan di Cilindro sekarang penuh teriakan atas namanya dan niscaya hanya menunggu waktu melihatnya kembali di Stadion Avellanada, memimpin tim dari bangku di samping lapangan.

2016-10-20T16:45:50+00:00